|
Apa itu Detoksifikasi? Detoksifikasi adalah Proses pembuangan racun dari dalam tubuh. Proses ini sangat positif karena membantu tubuh melakukan proses pembersihan diri secara alami.
Ada banyak cara untuk melakukan detoksifikasi atau pengeluaran racun dari dalam tubuh. Salah satu cara sederhana dan alami yang dapat dilakukan adalah dengan berendam di air hangat.
Mandi air hangat sekitar 32-35 derajat Celsius membuka pori-pori yang dapat membantu mengeluarkan toksin. Mandi air hangat juga dapat membantu menurunkan tingkat gula darah, menyembuhkan sakit otot dan membantu menjaga usus besar bekerja dengan baik.
Dr Phaidon L Toruan yang bekerja sebagai trainer untuk eksekutif perusahaan menjelaskan, detoksifikasi melalui metode berendam di air hangat sudah sejak lama dilakukan dan telah diakui efektivitasnya.
"Sudah ada penelitiannya. Dan ini merupakan salah satu jenis natural medicine. Bukan conventional medicine," ujarnya dalam workshop anti aging lifestyle di Jakarta, Minggu, (27/11/2011).
Lantas, bagaimana cara memulainya? Menurut Dr Phaidon L Toruan, langkah-langkahnya cukup mudah dan sederhana, yaitu sebagai berikut : - Sebelum melakukan terapi berendam di air hangat seseorang harus lebih dulu mandi bersih dengan menggunakan sabun. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada minyak yang menutupi lapisan kulit, sehingga mempermudah proses pengeluaran toksin.
- Setelah berendam kira-kira 3-5 menit pertama, biasanya tubuh akan mulai merasakan efek kantuk yang luar biasa. Untuk terapi ini, Anda tidak perlu menggunakan atau memasukkan campuran atau zat apapun ke dalam air. "Nanti toksin sebagian akan keluar lewat kulit dan sebagian lewat usus," katanya.
- Sehabis berendam, badan kembali dibilas cukup dengan air saja tanpa sabun karena ada kemungkinanan toksik yang keluar dari bawah kulit masih menempel.
- Pada hari pertama, Anda cukup berendam selama kurang lebih 5 (lima) menit. Namun untuk hari-hari berikutnya bisa ditambah dengan kelipatan satu menit sampai akhirnya menjadi setengah jam.
Meski begitu, Menurut Dr Phaidon L Toruan cara tersebut di atas hanyalah sebagai pelengkap saja dan bukan satu-satunya pilihan untuk detoksifikasi. Minum banyak air putih dengan kombinasi makanan yang berserat dan olahraga, menurutnya masih menjadi pilihan yang terbaik untuk melakukan detoksifikasi.Kalau orang kurang minum air putih, otomatis proses detoks dalam tubuhnya akan berkurang, sedangkan kombinasi antara makanan yang berserat, olahraga dan air putih sangat membantu detoksifikasi di dalam usus. Selain itu, olahraga juga dapat meningkatkan pergerakan usus untuk menarik dan mengeluarkan racun. Ketika orang berolahraga, toksik yang tersimpan di bawah lemak kulit akan terbawa terdorong keluar, jadi proses detoksifikasi berjalan lebih baik. Puasa bisa juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan detoksifikasi (detoks) atau pembersihan racun dari tubuh. Menurut Prof. Dr. Hardinsyah. MS, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), Institut Pertanian Bogor (IPB), untuk tujuan detoks maka diperlukan minum lebih banyak, dan diutamakan air putih atau air putih diselingi teh hijau atau jus buah segar tanpa gula atau yogurt.
“Bila pada umumnya kebutuhan air seorang dewasa muda adalah 8 gelas (2 liter) sehari maka saat puasa sambil detoks dianjurkan 9-11 gelas sehari,” katanya. Untuk pola konsumsinya, menurut Hardinsyah, bisa dilakukan dengan minum 1-2 gelas saat berbuka, 2-3 gelas saat makan malam, 2-3 gelas antara makan malam dan menjelang tidur, 1 gelas sebelum sahur, dan 2 gelas saat dan setelah sahur sebelum imsak. “Minumlah secara perlahan, jangan tergesa-gesa,” tambahnya.
|